Senin, 07 Februari 2011

KAMI, yang SELALU MENGALAH!!!

Apa yang mereka cari? Ketenaran? Hm mereka memang kaya, yah, orang berada lah... mereka yang selalu ingin dihargai, dihormati! Baiklah, kami yang waras, menghormati dan menghargai apapun yang mereka lakuan selama itu possitive. Kami pikir, pepatah yang mengatakan “kalau ingin dihargai, hargailah terlebih dahulu orang lain!!!” itu berlaku dan benar adanya, tapi apa? Gue sih gak percaya dan gak setuja eh gak setuju maksudnya dengan kata-kata tersebut! Gimana enggak? Kami yang selalu menghargai “mereka”, kami juga yang selalu diacuhkan “mereka”. Hedehhedehhh... parah deh ah... apa begini nasib kami para orang ekonomi menengah kebawah? Selalu diacuhkan, diremehkan, dan dianggap kecil? Apa mereka pikir “mereka” punya otak? GAK!!! Sama sekali ENGGAK! Gue bilang begitu karena gue rasa, mereka hanya maunya menang sendiri, egois dan mengikuti nafsu! Gak mau denger pendapat orang lain. “mereka” selalu menganggap pendapat kami “gak penting” dan “gak mutu” padahal, kalau mereka mau mendengar dan mencerna suatu pendapat dari kami, para siswa kalangan menengah ke bawah, pasti mereka akan berpikir (kalo punya otak sih) iya juga sih, bener, atau mereka bisa mengeluarkan pendapat dan saran agar sesuatu tersebut menjadi lebih baik dan menarik. Sayangnya, “mereka” hanya membuang muka dan beraktifitas selagi kami berbicara di depan! dan beranggapan, “alah, mereka mah bullshit! Gak penting banget deh”. Apa itu namanya sopan? Punya otak? Gak ada tatakramanya! Kami juga ingin dihargai, didengar seperti mereka! Tapi... ckck itulah mereka yang mengaku “dewasa”. Ckck gue bingung, apa sih yang dinamakan “sikap dewasa?” seperti apa sih “orang yang dewasa?” apa acuh tak acuh adalah ciri seseorang bersikap dewasa? Berpikir dewasa? Apa rasa ingin selalu dihormati atau bisa dibilang, gila hormat mungkin yaa... itu sikap dewasa? Kalau iya, kenapa kita yang kadang bersikap seperti itu sukar dibilang “dewasa dong dikit” “ahelah, dewasa aja deh” hm tapi kenapa saat kami diam, dan berusaha lebih dewasa dalam menyikapi suatu masalah, kami diinjak? Kami diacuhkan? Kami dipaksa untuk mengikuti apa yang mereka mau? Atau mungkin, dewasa itu adalah “sikap egoistis?” hahaha jadi lucu sama mereka. Ckck menurut gue, dewasa itu adalah berani mengalah dan bertindak! Karna orang yang biasanya sering bilang “dewasa kek” sesungguhnya, merekalah yang belum “DEWASA!!!”. Hm kami memang berbeda, ya, kami dan “mereka” BERBEDA!!! Sangat berbeda. Mungkin jika diibaratkan, bagai langit dan bumi! Mereka memang kaya harta, tapi miskin akan hati yang bijak!





Matakasat


akang

Roman Picisan~

Entah apa ini?! Bentuk kasih apa ini?!


Aku mencari! Terus mencari!


Di mana aku merasa rindu dalam benak yang kian jauh oleh raganya. Namun saat ku dihadapnya, tiada apapun kurasa dalam diri yang ghoib ini! Ya, hatiku tak berdegub seperti gendang saat mengalun indah... menghibur khalayak embun yang membeku...


Jiwaku lemah akan ini semua.


Ingin kutahu pula benaknya. Apakah sama? Hhh dilema saat ku berusaha mencari sisi nyata dari rasa ini!!!


“Ku tahu “dia” suka!”


Namun hati terkoyak. Entah apa yang harus ku lakukan...


Tak mungkin bagiku menyatakan cinta.


Ku tunggu! Terus ku tunggu! Ya, A-K-U M-E-N-U-N-G-G-U!!!


Tapi sampai kapan aku harus menunggu?


Hingga “rasa” ini pudar terhapus penat yang menyerang raga? Hingga hati “lupa” akan “jiwa” yang tersenyum “di sana?”


...


Hhh di bawah langit tak berawan,


Di hadapan bukit gunung yang bergejolak indah,


Di atas tanah merah nan gersang, ...


dan Angin yang berhembus meniup ilalang menerbangkan helai rambut ini, aku sadar...


“Cinta ini, sayang ini, rasa ini, hanya kasih teman yang mungkin tak kan terjalin dalam cinta yang satu :’)”






Rintihanhati


akang